Akhir-akhir ini Bhinneka Tunggal Ika terancam keberadaannya, karena sekolompok golongan ingin berkuasa demi kepentingannya sendiri tanpa memedulikan golongan lain. Melihat keadaan sekarang ini kita sebagai warga Negara Indonesia yang baik harus ikut andil dalam menjaganya.

Menarik jika kita membahas apa itu Bhinneka Tunggal Ika. Bhinneka Tunggal Ika adalah semboyan Bangsa Indonesia yang kalimatnya tertulis jelas membentang pada lambang Negara Indonesia, yaitu Garuda Pancasila. Bhinneka Tunggal Ika mempunyai arti “Berbeda-beda Tetapi Tetap Satu”, di mana jika diterjemahkan per-kata,  Bhinneka berarti “beraneka ragam atau bermacam-macam”. Tunggal berarti “satu”. Ika berarti “itu”. Bila mengacu berdasarkan arti secara harfiah yaitu beraneka ragam itu satu. Bhinneka Tunggal Ika berasal dari sebuah kutipan Kakawin Jawa Kuno yaitu Kakawin Sutasoma.

Bhinneka Tunggal Ika bukan hanya sekadar semboyan semata, tetapi maknanya yang sangat indah, yaitu menggambarkan persatuan dan kesatuan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri atas beraneka ragam budaya, bahasa, ras, suku bangsa, agama, kepercayaan, dan bermacam-macam perbedaan pemikiran setiap warganya. Bhinneka Tunggal Ika mengajarkan kita tentang indahnya hidup bertoleransi.

Jika tidak ada Bhinneka Tunggal Ika mungkin Indonesia akan hancur seiring perkembangan zaman. Maka dari itu, kita harus selalu menjaganya. Bhinneka Tungga Ika juga termasuk salah satu Pilar Bangsa Indonesia atau sering disebut 4 Pilar Kebangsaan, yang berisi, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan Undang-Undang Dasar 1945 yang disingkat “PBNU”.

Sejak dulu Indonesia itu damai dengan memegang teguh dan konsisten dalam perjalanan dan 4 pilarnya. Tidak ada yang dapat mengubahnya, walau banyak kelompok ingin menghancurkan lewat segala cara. Kita sebagai warga Negara Indonesia harus menolak radikalisme, anarkisme, ekstremisme, dan segala kejahatan sosial lainnya.

Kita bisa belajar dari Suriah, dimana negara yang dulunya sangat damai, dan sekarang hancur lebur karena tidak adanya toleransi, sehingga menyebabkan perang saudara berlarut-larut. Siapa ingin Indonesia menjadi negara seperti itu. Pastinya setiap warga negara yang baik kita tidak ingin Indonesia menjadi seperti Suriah.

 Presiden Joko Widodo pernah menegaskan, dirinya telah memerintahkan kepada Kapolri, dan Panglima TNI untuk tidak ragu-ragu menindak tegas segala bentuk ucapan dan tindakan yang mengganggu persatuan dan persaudaraan, yang mengganggu NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, yang tidak sesuai dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Di sini kita bisa tarik kesimpulan, hidup bertoleransi itu penting. Tanpa toleransi, negara kita bisa hancur. Maka bersatulah dan jagalah Bhinneka Tunggal Ika, warisan leluhur kita. Kita semua harus bersatu dari segala ancaman terhadap Bhinneka Tunggal Ika. Kita satu, kita Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika jaya.

Oleh: Firman Maulana

%d blogger menyukai ini: