Gus Baha: Beragama Harus Membawa Kebahagiaan

ISLAMRAMAH.CO, KH Bahauddin Nursalim atau akrab disapa Gus Baha mengajak masyarakat untuk beragama dengan membawa kebahagiaan. Bila orang mencari kebahagiaan dengan cara bermaksiat, maka seharusnya beragama harus menyajikan kebahagiaan agar orang nyaman dalam beragama. Menurut Gus Baha, para ulama pun selalu membawa agama dengan keceriaan dan kebahagian.  

“Saya ngaji di mana-mana guyon (bercanda). Karena Bapak saya suka guyon, Mbah Moen suka guyon. Alasan Bapak dulu sederhana. Orang sudah mencari hiburan dengan maksiat, sehingga agama ini harus membawa keceriaan sosial, membawa keceriaan hati,” kata Gus Baha dalam video resmi NU Online, (18/2).

Kiai muda yang ceramah-ceramahnya digemari masyarakat luas tersebut menjelaskan bahwa seseorang harus bahagia ketika melaksanakan nilai dan ajaran agama. Tanpa kebahagiaan dalam beragama, maka orang justru akan mencari kebahagiaan tersebut di jalan kemaksiaatan. “Orang harus senang dengan kebaikan, orang senang dengan thala’al badru ‘alaina, orang senang dengan manakibul akhyar,” terang Gus Baha.

Gus Baha menyayangkan sebagian orang yang membawa agama dengan cara-cara kaku dan tidak membahagiakan. “Nah sekarang agama dibawa orang-orang yang tidak menyenangkan juga. Mengaji datang muka sudah merengut, ada muridnya salah duduk marah, salah posisi meja marah. Akhirnya, orang-orang mau ngaji kan mikirnya daripada dimarahi terus mending ndak usah,” ungkap Gus Baha.

Ia menambahkan, bahwa Nabi Muhammad Saw senantiasa menyampaikan ajaran-ajaran agama dengan jalan kebahagiaan. Bahkan menurutnya, Nabi tidak menyukai perbuatan-perbuatan kaku yang sedikit demi sedikit menganggap mempersoalkan kebaikan. ”Makanya Nabi paling marah kalau suatu kebaikan jadi problem,” pungkas Gus Baha.

Comments
Loading...