Gus Ishom: Islam Mengajarkan Keterbukaan

ISLAMRAMAH.CO, Islam mengajarkan kepada umatnya untuk terbuka terhadap orang atau kelompok lain, sekalipun terhadap kelompok yang berbeda keyakinan. Di dalam Al-Quran disebutkan bahwa umat Islam dianjurkan untuk senantiasa saling mengenal terhadap suku dan bangsa yang berbeda-beda di muka bumi ini. Setelah saling mengenal, tidak hanya kenal sebatas nama, melainkan juga kenal dalam kebudayaan, tradisi bahkan pemikiran yang berbeda, maka persatuan dan harmoni niscaya akan terwujud. Sebab, dengan saling mengenal dan memahami di antara perbedaan yang ada, perdamaian di atas muka bumi ini akan terwujud.

Selaras dengan hal tersebut, Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ahmad Ishomuddin, atau akrab disapa Gus Ishom mengatakan, Islam adalah agama yang terbuka. Karena itu, umat Islam diminta untuk tidak menutup diri karena hal itu tidak menunjukkan sebagai umat Muslim yang baik. “Pemeluk agama Islam seharusnya terbuka kepada siapa saja, termasuk kepada kalangan non Muslim, dan jangan menutup diri karena Islam tidak mengajarkan yang demikian,” katanya mengutip laman NUOnline, Minggu (21/7/2019).

Kiai muda yang dikenal dengan pemikiran-pemikiran segarnya itu juga menyayangkan perilaku sebagian orang yang acapkali menutup diri dan merasa paling benar sendiri. Gus Ishom mencontohkan, sikap menolak atau tidak mau bersosial dengan orang atau kelompok lain karena dianggap tidak berpakaian ‘islami’ menunjukkan ketertutupan diri. Padahal ajaran Islam sangat jelas untuk saling mengenal di antara kebudayaan dan peradaban lain.

“Jangan juga enggan berkumpul dengan anggota masyarakat yang dianggap tidak berpenampilan syar’i. Padahal Alquran mengajarkan kita untuk saling mengenal,” pungkasnya.

Comments
Loading...