Tidak Mungkin Toleran Tanpa Moralitas Yang Baik

ISLAMRAMAH.CO, Toleransi merupakan puncak dalam beragama karena ia meniscayakan kerendahan hati dan pengakuan penuh bahwa perbedaan merupakan keniscayaan dan kehendak Allah yang diamanatkan kepada manusia sebagai rahmat atau kasih sayangNya. Selain pengetahuan yang luas, sikap toleransi juga bisa dimungkinkan bagi orang-orang yang memiliki akhlak dan moralitas yang luhur. Tanpa akhlak yang baik, mustahil bagi seseorang bisa memiliki sikap toleransi.

Menurut Prof Dr KH Said Aqil Siroj, terwujudnya sikap toleran di kalangan masyarakat karena keadaban dan akhlak yang baik. Tidak ada seseorang atau kelompok yang toleran namun di sisi lain ia juga berakhlak buruk. Toleransi meniscayakan kehidupan yang damai dan tenteram. “Terwujud toleran jika berakhlakul karimah, berbudi pekerti luhur. Orang itu tidak mungkin menjadi manusia toleran kalau akhlaknya bejat,” jelas Ketua Umum PBNU itu dalam ceramahnya dalam akun Youtube Dakwah Islam News (29/10).

Dalam konteks inilah Islam Nusantara menjadi representasi sebagai Islam yang mengedepankan akhlakul karimah dan menghindari sikap yang buruk. Menurut Kiai Said, Islam Nusantara adalah Islam yang dipraktikkan oleh umat Islam Indonesia yang mana dikenal sebagai masyarakat yang bisa menyesuaikan keislamannya dengan budaya luhur setempat. Hal itu sekaligus sebagai penegasan bahwa tradisi-budaya merupakan infrastruktur agama.

“Oleh karena itu, Islam Nusantara menjunjung tinggi moralitas luhur. Islam Nusantara adalah Islam yang menghormati budaya, kecuali budaya bertentangan dengan syariat seperti minuman keras kita tolak. Selama tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam, budaya tradisi kita hormati dan kita jadikan infrastruktur agama,” terang Kiai asal Cirebon, Jawa Barat itu.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.