ISLAMRAMAH.CO, Tahun Baru Hijriah 1440 merupakan pengingat atas hijrahnya Nabi Muhammad Saw dari Mekkah ke Madinah. Momentum ini hendaknya dimaknai dengan semangat keragaman dan kesatuan antar umat beragama. Hal itu penting, karena esensi hijrah Nabi adalah menjaga persatuan, kedamaian, dan keragaman.

Umat Islam Indonesia diajak menguatkan spirit perdamaian di tengah perbedaan yang ada di Indonesia. Perayaan tahun baru Islam, jangan hanya sebatas seremonial melalui pawai obor semata, melainkan harus dijadikan momentum untuk menguatkan ukhuwah insaniyah atau persaudaraan antar umat. Segala bentuk perbedaan harus menjadi spirit persatuan. Jangan sampai intoleransi terjadi agar Indonesia semakin damai dan beradab.

“Mari jadikan Indonesia seperti Madinah. Sebuah kota yang menjaga pluralitas dan keragaman,” ujar intelektual muda Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus penulis buku Madinah (2009), Zuhairi Misrawi, saat dihubungi di Jakarta, Selasa (11/9).

Tokoh yang akrab disapa Gus Mis itu menambahkan, pada saat Nabi Muhammad hijrah dari Mekkah ke Madinah, Nabi disambut baik oleh kaum Yahudi dan Kristen Madinah. Peristiwa itu merupakan puncak keadaban umat manusia karena di tengah-tengah perbedaan, tercipta persatuan dan kesatuan secara damai. Masing-masing menampilkan budi perkerti luhur dalam bingkai keragaman.

Oleh karena itu, menurut Gus Mis, segala bentuk kebencian, konflik, penyebaran berita bohong (hoaks), dan ujaraan kebencian politik, Suku, Agama, dan Ras (SARA) harus dihindari di Indonesia. Mereka yang kerap menyebarkan kebencian lupa bahwa esensi hijrah adalah kedamaian, keragaman dan kasih-sayang.

“Siapapun yang menyebarkan hoaks dan menebar kebencian, berarti mereka lupa esensi dari hijrah adalah menjaga keragaman dan kedamaian,” pungkasnya.

%d blogger menyukai ini: