Hikmah

Ilmu, Tiket Kemuliaan Dunia dan Akhirat

Ilmu ibarat variabel yang akan menghasilkan efek atau bekas, sehingga bisa memberikan pengaruh. Ilmu juga menjadi faktor yang amat determinan atas segala sesuatu. Atas dasar ini, dapat dipastikan bahwa tidak sama antara seorang yang berilmu dengan yang tidak. Baik dari segi cara pandang maupun kedudukannya. Tak heran jika al-Quran menegaskan, dengan nada sedikit menyindir, bahwa adakah sama antara orang yang berilmu dengan orang yang tak mengetahui? Perihal ini disebutkan dalam surat az-Zumar [39]: 9. Menunjukkan akan urgensi ilmu yang tak terbantahkan. ... READ MORE.......

Daya Pikat Islamisme dan Konservatisme di Media Sosial

Dewasa ini, kelompok Islamisme dan Konservatisme semakin gencar dominan dan menghegemoni media sosial kita. Meski Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) telah dibubarkan, akan tetapi faktanya kian menggalakkan pergerakan mereka dalam opini dan eksistensi paham khilafahnya melalui derasnya hashtag seperti #khilafahadalahsolusi, #khilafahuntukindonesia dan seterusnya. ... READ MORE.......

Wajah Dakwah Menakutkan di Media Sosial

Modernitas telah membawa perubahan sosial bagi masyarakat. Media sosial misalnya, dalam banyak hal telah mengubah seluruh aspek kehidupan, tidak terkecuali agama. Salah satu fenomena keagamaan baru yang muncul adalah adanya pergeseran otoritas keagamaan (religious authority shifting). Bermodalkan gawai, seorang dapat mengakses informasi keagamaan dengan mudah dan cepat, akan tetapi kemudahan itu telah menawarkan informasi agama yang variatif, sehingga tak sedikit isi dakwahnya yang menjurus kepada ujaran kebencian, fitnah, propaganda, adu domba, dan dakwah menakutkan lainnya yang ada di media sosial. ... READ MORE.......

Rasulullah SAW Mengamalkan Akhlak, Bukan Merevolusi

Istilah revolusi nampak terdengar keren untuk melakukan suatu perubahan. Namun apakah sudah tepat jika kita menggunakannya dengan istilah revolusi akhlak. Padahal, Rasulullah SAW sebagai pemilik akhlak agung tidak mengatakan demikian. Sebab akhlak sejatinya telah ada dalam pemikiran dan hati nurani setiap manusia, jadi beliau hanya mengamalkan agar umat Islam mencontoh sekaligus sebagai refleksi dan bukti tempaan Tuhannya secara langsung. Maka dari itu, adakah dari kita yang merasa berhak merevolusi akhlak menyaingi beliau? ... READ MORE.......

Mengenal Shalawat Keadilan Jender

Syair shalawat merupakan seni sastra prophetik yang mengiringi tradisi keagamaan umat Islam di negeri ini. Hampir setiap acara sosial-keagamaan masyarakat muslim seperti slametan, syukuran, pengajian, maulidan, khitanan, dan aqiqah selalu diisi dengan gema lantunan syair-syair shalawat. Mencintai, menghormati, dan mengenang Rasulullah SAW merupakan salah satu keshalihan hati umat Islam di seluruh dunia, salah satunya diekspresikan melalui shalawat. Dalam QS. Al-Ahzab ayat 56 dikatakan bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. ... READ MORE.......

Menjadi Muslim Cinta Tanah Air

Cinta Tanah Air merupakan salah satu sunnah yang diajarkan Rasulullah SAW. Beberapa riwayat terpercaya menceritakan kecintaan beliau terhadap tanah kelahirannya dan tanah tempat beliau tinggal. Jika demikian, maka sudah seharusnya kaum Muslim Tanah Air meneladani para pahlawan yang mengekspresikan kecintaannya dengan cara meperjuangkan keutuhan bangsa dan negara.... READ MORE.......

Manifesto Kemanusiaan Rasulullah SAW di Bukit Arafah

Jauh sebelum adanya formulasi HAM yang didengungkan masyarakat internasional pada Deklarasi Universal HAM 1948, Rasulullah SAW telah lebih dahulu menetapkan prinsip-prinsip penghargaan atas manusia sebagai manusia seutuhnya. Magna Carta (1215) yang disebut-sebut sebagai dokumen HAM pertama pun, tidak lebih dahulu dari manifesto kemanusiaan universal Rasulullah SAW di bukit Arafah. Mengentaskan persoalan kemanusiaan adalah lokus dakwah Nabi Muhammad SAW, sebagai konsekuensi logis dari visi Islam sebagai agama pembebasan.... READ MORE.......

Pesan Nabi agar Tidak Cepat Marah

Satu ketika ada seorang sahabat yang mendatangi Rasulullah SAW. Diduga ia adalah Abu Darda’. Pada kesempatan tersebut, laki-laki itu berkonsultasi kepada Nabi dan meminta nasihat yang singkat dan padat makna (cekak aos) agar mudah diingat dan diamalkan. Sejurus kemudian Nabi memberikan pesan agar ia tak mudah marah. Merasa kurang puas dengan jawaban Nabi, ia mengulangi permintaannya beberapa kali, dan ditimpali dengan jawaban yang sama oleh Rasulullah SAW, yakni jangan mudah marah. Imam Bukhari dalam Shahih-nya telah menuturkan kisah tadi.... READ MORE.......

Nabi Muhammad SAW Melampaui Toleransi

‘Perjanjian’ Nabi Muhammad dengan kelompok-kelompok kristen acap kali ditengarai sebagai implementasi pengembangan toleransi, bukan pluralisme. Padahal, jika membaca dan memahami hadis tentang perjanjian tersebut secara utuh, Nabi SAW justru terlibat aktif dalam keragaman atau mendukung pluralitas keagamaan yang melampaui toleransi itu sendiri.... READ MORE.......