Jihad Pancasila

Pancasila sebagai dasar negara merupakan warisan para ulama dan pendiri bangsa yang wajib dijaga. Warisan Ulama itu adalah Fatwa Resolusi Jihad Hadrahtussyaikh KH. Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945 menyatakan dengan tegas bahwa membela Tanah Air merupakan kewajiban agama.

Saat ini, Ideologi transnasional menjadi ancaman serius bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Di mana, mereka ingin menerapkan hukum Islam. Kelompok itu adalah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang ingin mengganti dasar negara dengan khilafah.

Menurut hasil survei nasional yang dirilis oleh Cyrus Network (9/8/2019) mengenai pendapat publik terhadap Pancasila sebagai ideologi bangsa, menyatakan 47% publik menilai Pancasila sebagai alat perekat dan pemersatu bangsa. Kemudian, 23,3% menyatakan Pancasila adalah satu-satunya ideologi yang sudah final. 11% menginginkan Indonesia menerapkan syariat Islam. 4,7% menyatakan khilafah adalah ajaran Islam dan 11,8% tidak tahu/tidak menjawab.

Berdasarkan data tersebut, kita mengetahui bahwa Pancasila sebagai dasar negara, saat ini menghadapi tantangan besar. Dikarenakan minimnya warga negara yang mengakui Pancasila sebagai alat perekat dan pemersatu bangsa, serta sebagai ideologi yang sudah final.  Tantangan ini harus kita jawab bersama dengan jihad Pancasila. Dengan Pancasila sebagai dasar negara, semua warga negara pada umumnya leluasa untuk beribadah dan menjalankan perintah agamanya masing-masing. Ideologi Pancasila juga merupakan kesepakatan seluruh putra-putri terbaik bangsa, seperti Ir. Soekarno, Dr. Soepomo, dan Mr. Mohammad Yamin.

Kata jihad berasal dari bahasa Arab, yaitu jahada, yang berarti “usaha”. Secara terminologi, jihad ialah usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh untuk mencapai kebaikan manusia secara keseluruhan. Menurut KH. Ma’ruf Amin, bahwa saat ini banyak orang hanya melihat makna jihad sebagai perang. Sementara jihad sendiri bisa dimaknai sebagai upaya islah atau perbaikan dalam situasi damai. Umat muslim di Indonesia harus berjihad dengan membangun hubungan yang harmonis dengan kelompok non-muslim.

Selain itu, menurut Habib Luthfi, “bangga terhadap Indonesia bukan sombong, tapi rasa syukur pada Allah SWT. Hormat pada merah putih bukan syirik, tapi ungkapan rasa syukur pada Allah SWT untuk memiliki bangsa Indonesia”. Dalam istilah Arab ada ungkapan yang sering kita dengar yaitu “Hubbul wathan minal iman”, cinta Tanah Air sebagian dari Iman.

Jihad Pancasila merupakan peran serta kita sebagai umat Islam, juga sebagai warga negara yang baik untuk mempertahankan Pancasila dari ideologi transnasional. Kenapa kita melakukan jihad Pancasila? Karena semua identitas bangsa, baik itu agama, suku, ras, atau budaya disatukan oleh Pancasila.

Di era 4.0 saat ini, kita dapat melakukan jihad Pancasila dengan menggunakan media sosial. Arus informasi yang begitu cepat, harus kita manfaatkan dengan cara membagikan berbagai informasi mengenai Pancasila, dimulai dari mengenalkan sejarah Pancasila dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Maka dari itu, keberadaan kelompok-kelompok yang ingin menggantikan Pancasila dengan ideologi lain, harus kita lawan. Karena Tanah Air ini diperjuangkan oleh para pejuang kemerdekaan dengan darah dan air mata.

Tentunya, sudah menjadi kewajiban kita sebagai generasi umat Islam untuk menjaga dan mengisi kemerdekaan bangsa ini dengan hal-hal positif, bukan malah merusak NKRI. Ataupun, menggantikan dasar negara Pancasila dengan sistem politik khilafah atau yang lainnya. Untuk itu, mari kita bersatu padu untuk menjaga warisan para leluhur dan pendiri bangsa Indonesia.

Oleh: Elsa Puspa Mega

PancasilaPancasila Islami