Caci Maki Merusak Hubungan Kemanusiaan

ISLAMRAMAH.CO, Setiap ujaran yang keluar dari mulut seseorang pasti akan dipertanggung jawabkan kelak di akhirat. Perkataan seseorang yang mengandung kebaikan akan dibalas dengan pahala, sebaliknya perkataan yang mengandung keburukan akan mendapatkan balasan siksa dari Allah Swt. Karena itu, hendaknya setiap orang bisa menjaga lisannya dari segala bentuk perkataan yang kotor dan buruk.

Perkataan yang negatif itu akan berdampak buruk terhadap orang lain dan diri sendiri. Sebab, perkataan negatif tidak hanya menyakitkan pihak lain, tetapi juga bisa merusak hubungan kemanusiaan. Sebagaimana menurut KH Luqman Hakim, orang-orang yang merasa benar dengan perkataan-perkataan buruk sesungguhnya telah mengeluarkan dirinya dari hakikat seorang manusia. “Manusia yang merasa puas diri dengan mencaci-maki, ia telah keluar dari orbit kemanusiaan,” tulis Kiai Luqman dalam akun twitternya, Selasa (5/3).

Kiai yang juga Direktur Sufi Center itu juga menambahkan bahwa menjalin hubungan kemanusiaan merupakan ajaran dasar di dalam Islam. Perkataan yang buruk seperti fitnah dan mencaci maki akan menghancurkan tata sosial masyarakat. Bahkan Islam pun mengecam fitnah karena dampak buruknya bisa lebih luas daripada pembunuhan.

Karena itu Kiai Luqman menyarankan agar lebih baik memaki diri sendiri sebagaimana Nabi Adam memaki diri sendiri karena merasa telah banyak berbuat salah kepada Allah Swt. “Hubungan kemanusiaan itu bagian fundamental Islam. Akan hancur jika budaya caci-maki hidup. Lebih baik kita caci diri sendiri seperti doa Nabi Adam, Rabbana Dzolamna anfusana,” pungkasnya.

Islam ModeratIslam NusantaraIslam RamahIslamRamah.co
Comments (0)
Add Comment