Syekh Abdul Qadir al-Jilani: Bencana Datang Untuk Menguji Keimanan

ISLAMRAMAH.CO, Berbagai bencana alam yang terjadi akhir-akhir ini, seperti gempa bumi di Lombok dan Tsunami di Donggala dan Palu menyisahkan kesedihan yang mendalam bagi para korban dan bangsa Indonesia. Meskipun demikian, ada sebagian kalangan yang menganggap bencana alam sebagai murka Allah Swt terhadap kemaksiatan. Namun ada juga yang menganggap timbulnya bencana alam merupakan faktor dari fenomena alam yang bergerak tidak sebagaimana mestinya, dan tentu saja merupakan kehendak Allah.

Menurut Syekh Abdul Qadir al-Jilani, bencana alam terjadi bukan karena perbuatan maksiat manusia, melainkan kehendak Allah sebagai ujian bagi mereka yang beriman. “Ketahuilah bahwa cobaan tidak datang kepada seorang mukmin untuk merusaknya, namun datang untuk menguji keimanannya.” (Sayyid Ja’far al-Barzanji, al-Lujaini ad-Dani fi Manaqibis Syaikh ‘Abdil Qadir al-Jilani, tt, Kediri, Maktabah Pondok Pesantren Tahfidh wal Qiraat, Lirboyo, h. 136).

Hal itu selaras dengan apa yang disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, bahwa bencana bukanlah akibat dari perbuatan maksiat manusia. Bencana terjadi karena keadaan alam yang mengharuskannya bergerak tidak seperti biasanya. Bencana akibat ulah manusia yang dimaksud dalam Al-Quran menurut Haedar adalah bencana yang terjadi karena kerakusan manusia seperti menebang pohon secara berlebihan sehingga tanah bisa longsor, atau membuang sampah sembarangan sehingga terjadi banjir.

Menurut Haedar, bencana alam yang terjadi di beberapa titik di Indonesia akhir-akhir ini bukan karena ulah maksiat manusia, melainkan karena kondisi alam yang memungkinkan terjadi, disamping juga sudah menjadi kehendak Allah Swt. “Maksiat tidak bisa dijadikan sebagai satu-satunya penyebab bencana,” jelas Haedar Nashir saat memberikan kultum ba’da shalat dzuhur pada karyawan Kantor PP Muhammadiyah, Jl. Cikditiro, Jakarta (4/10).

Islam ModeratIslam RamahIslamRamah.coSyekh Abdul Qadir al-Jilani
Comments (0)
Add Comment