Kisah Seorang Makmum Yang Was-was

Menunaikan ibadah shalat lima waktu merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Meskipun demikian, dalam melaksanakan shalat kadang-kadang kita mendapati seorang makmum yang was-was, yaitu merasa niat serta gerakan shalatnya kurang sah dan kurang afdhal sehingga ia lakukan berulang kali.

Bentuk ketidakpercayaan diri (was-was) semacam itu tidak dianjurkan oleh Islam, karena merupakan bagian dari bisikan setan.

Pernah suatu peristiwa, Kiai Usman bergegas menuju Masjid untuk melaksanakan shalat zuhur. Sebelum salat zuhur, Kiai Usman terlebih dahulu menunaikan shalat sunnah. Lalu ketika muazin mengumandangkan iqamah, Kiai Usman pun bergegas menuju “Pengimaman” untuk memimpin shalat Zuhur.

Ushalli..” terdengar suara berbisik Kiai Usman ketika hendak melaksanakan salat. Lalu beliau pun bertakbir “Allaahu Akbar

Karena dalam salat Zuhur, surat al-fatihah dan surat-surat yang lain dibaca oleh imam secara berbisik, maka suasana masjid pun terasa hening dan khusuk.

Keheningan masjid itu kemudian terusik oleh suara makmum yang kebetulan memiliki penyakit was-was. Dengan suara agak keras, dengan maksud untuk mematahkan was-was, si makmum melafazkan “ushalli fardha-zuhri …. mak-muu-man… (karena was-was, diulang lagi)…. mak-mu-man (berkali-kali).”

Kontan saja, suara makmum yang was-was itu mengganggu kekhusyukan makmum yang lain, lebih-lebih bagi Kiai Usman, yang kebetulan tepat di depan makmum yang was-was tadi. Karena terus disebut “mak-muu-man”, Kiai Usman pun terpaksa membatalkan shalatnya, menoleh ke belakang, dan membentak sang makmum “Ada apa dengan emakku, haa, hee ada apa dengan emakku?”

Riuh gemuruh suasana jamaah di masjid pun terjadi karena peristiwa itu. Melalui perasaan yang bercampur baur yang dialami oleh para makmum lain, akhirnya jamaah kontan membatalkan shalatnya bersama-sama.

Humor IslamIslam ModeratIslam RamahIslamRamah.co
Comments (0)
Add Comment