Kiai Said Aqil Siroj: Islam Nusantara Melestarikan Budaya

ISLAMRAMAH.CO, Islam dan budaya tidak bertentangan. Sebab, Islam datang bukan untuk menghancurkan budaya luhur yang telah dicapai oleh peradaban manusia. Sebaliknya, Islam merupakan agama yang amat menghargai budaya. Bahkan, dalam sejarahnya, tradisi-tradisi dan budaya luhur masyarakat tetap teradopsi dalam ritual-ritual keagamaan Islam.

Tak hanya itu, dalam penyebaran Islam di Nusantara, budaya menjadi medium para pendakwah Islam pertama di Nusantara. Wali Songo menjadikan budaya sebagai medium penyampai ajaran Islam, di mana masyarakat pada saat itu sangat menghormati budaya. Maka dakwah melalui apresiasi yang tinggi terhadap budaya terbukti berhasil.

Para pendakwah Isam di Nusantara berdakwah melalui jalan damai terhadap seluruh lapisan masyarakat. Kepada mereka diberikan keterangan, pemahaman tentang Islam, peringatan-peringatan secara lembut, bertukar pikiran dari hati ke hati dan menjunjung toleransi. Dan yang paling penting, para pendakwah itu tidak pernah bermaksud memberangus budaya masyarakat setempat.

Selaras dengan hal itu, Kiai Said Aqil Siroj menegaskan bahwa Islam di Nusantara senantiasa merangkul budaya dan menghormati budaya yang luhur. Tidak mungkin Islam Nusantara menghancurkan budaya, melainkan akan senantiasa menjaga dan melestarikan budaya.

Sebab itu, upaya –upaya untuk melestarikan budaya sampai hari ini terus dilakukan sebagai bentuk apresiasi Islam terhadap budaya. “Islam Nusantara didakwahkan merangkul budaya, melestarikan budaya, menghormati budaya, tidak malah memberangus budaya,” kata Kiai Said.

Islam ModeratIslam RamahIslamRamah.coKiai Said Aqil Siroj
Comments (0)
Add Comment