Gus Ghofur Maimoen: Puasa Jangan Makin Konsumtif

ISLAMRAMAH.CO, Ibadah puasa merupakan kewajiban bagi setiap umat Islam, kecuali karena halangan-halangan tertentu, seperti sakit, dalam perjalanan panjang, usia renta dan sebagainya. Namun demikian, jangan sampai karena seharian menahan lapar dan dahaga, di waktu buka puasa dan sahur justru melampiaskan makanan dengan berlebih-lebihan. Hal itu justru kontra produktif dari tujuan puasa itu sendiri.

Pesan itulah yang mengemuka dalam salah satu ceramah Gus Ghofur Maimoen, dalam video yang diunggah di akun twitter Pusat Studi Al-Quran @islamedupsq. Menurut Gus Ghofur, tidak boleh berlebih-lebihan dalam menyantap menu buka puasa maupun menu sahur. “Semestinya tidak boleh makan berlebih-lebihan di waktu buka, berlebih-lebihan di waktu sahur itu tidak boleh,” jelas putra Kiai Maimoen Zubair itu.

Kiai muda Nahdlatul Ulama yang terkenal kedalaman ilmunya itu menegaskan, salah satu tujuan puasa di bulan ramadhan sebenarnya adalah untuk menyehatkan tubuh di mana selama sebelas bulan berlalu terus digunakan untuk mesin pencernaan. “Kita ingin ramadhan ini menjadi sarana untuk menyehatkan diri, sumuu tasihhuu puasalah maka kalian akan sehat,” ujarnya.

Gus Ghofur menambahkan, menurut informasi Bank Indonesia, salah satu daur tahunan inflasi itu justru pada bulan ramadhan dan idul fitri. Artinya, masyarakat makin konsumtif ketika bulan ramadhan. Padahal, bulan ramadhan merupakan bulan untuk menjaga jarak dari konsumerisme.

Oleh karena itu menurut Gus Ghofur, kalau umat Islam justru berlebih-lebihan maka itu merupakan sikap kontra produktif dengan tujuan puasa itu sendiri. “Tapi kalau cara berpuasanya berlebihan, maka kamu akan sakit, budaya berlebihan kontra produktif terhadap tujuan-tujuan puasa,” pungkasnya.

Gus Ghofur MeimoenIslam DamaiIslam ModeratIslam Ramah
Comments (0)
Add Comment