Haedar Nashir: Takbir Bukan Untuk Politik

ISLAMRAMAH.CO, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir mengingatkan agar umat Islam kembali kepada nilai-nilai luhur ajarannya. Nilai-nilai yang dimaksud adalah menampilkan agama Islam dengan ramah dan akhlak mulia. Sikap tersebut penting dikedepankan untuk membendung radikalisme yang sekarang ini semakin merebak di masyarakat.

Menurut Haedar, Islam mengajarkan umatnya untuk menyebarkan kedamaian dan keselamatan. Nilai-nilai luhur agama Islam harus disampaikan dengan baik dan proporsional. Pemahaman yang keliru terhadap ajaran agama akan melahirkan sikap yang keliru juga. Haedar menyoroti penggunaan kata ‘Allahu Akbar’ yang seringkali dipekikkan bukan pada tempatnya.

“Allahu akbar adalah kalimat toyyibah, kalimat yang tinggi dan agung, bukan untuk dikorupsi menjadi alat politik atau untuk meraih kepentingan sendiri dan kelompok,” ungkap Haedar.

Haedar mencontohkan di sejumlah acara saat ada pidato yang pematerinya tampil berapi-api hadirin langsung langsung memekikkan ‘Allahu Akbar’. Padahal isi yang disampaikan tidak jarang penuh dengan ujaran kebencian sehingga penggunaan kalimat yang agung itu terasa kurang tepat.

Dalam menyikapi kelompok radikal Haedar berharap agar tidak menghadapinya dengan sikap radikal pula karena hal tersebut hanya akan memperpanjang buntut permasalahan. Deradikalisasi yang diambil pemerintah dengan memeranginya sudah tepat, namun harus bisa menggandeng organisasi moderat seperti NU dan Muhammadiyah agar bisa juga memberikan pemahaman agama yang berguna untuk pencegahan radikalisme jangka panjang.

“Kelompok moderat seperti Muhammadiyah dan NU sangat penting dalam membendung pertumbuhan radikalisme. Bila negara secara tidak langsung ikut berkontribusi “menumbuhkan” kelompok radikal dengan kebijakannya yang tidak adil, maka peran yang diemban kelompok moderat menjadi makin berat,” pungkas Haedar.

Haedar NashirIslam DamaiIslam ModeratIslam RamahMuhammadiyah
Comments (0)
Add Comment