Kiai Afifuddin Muhajir: NU Menyelamatkan Keutuhan NKRI

ISLAMRAMAH.CO – Salah satu peristiwa terpenting dalam sejarah Nadlatul Ulama (NU) adalah muktamar ke-27 tahun 1984 di Situbondo, Jawa Timur. Muktamar tersebut melahirkan konsep hubungan antar agama dan negara. Konsensus ulama NU pada saat itu meneguhkan bahwa Pancasila tidak bertentangan dengan Islam, justru sebaliknya, menurut ulama NU, pancasila sesuai dengan syariat Islam.

Menurut Kiai Afifuddin Muhajir, wakil pengasuh Pesantren Sukorejo, Situbondo, keputusan NU  untuk kembali ke khittah 1926 menandakan bahwa NU kembali ke konsep pertama kali saat didirikan menjadi organisasi kemasyarakatan. Sebagaimana diketahui, tujuan pendirian NU awal adalah untuk membangun masyarakat berlandaskan tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah (aswaja) dan cinta Tanah Air.

“Tahun 1984 menjadi tahun kekacauan di mana hubungan Islam dan pemerintahan yang saat itu diperintah oleh Soeharto sedang bergejolak karena setiap organisasi harus berlandaskan Pancasila. Pada muktamar ke-27 ini NU berhasil merumuskan konsep antara agama dan negara itu tidak saling bertentangan dan Pancasila adalah nilai universal yang dapat diterima semua kalangan,” ujar Kiai Afif.

Kiai yang juga ahli ushul fikih tersebut memaparkan, di samping berhasil menyelamatkan ancaman disintegrasi dalam tubuh NU melalui khittah-nya, muktamar ini juga berhasil membawa angin segar terhadap keberlangsungan keutuhan NKRI sebagai entitas sebuah negara.

“Muktamar 1984 tidak hanya sekedar menyelamatkan NU namun juga menyelamatkan keutuhan NKRI dari perpecahan di tubuh umat Islam,” tegas katib Syuriyah PBNU itu.

Menurut Kiai Afif, konsep nasionalisme yang dianut NU sudah selayaknya bisa menginspirasi organisasi Islam lainnya. Hal itu karena tanpa negara yang aman dan damai Syariat Islam pun tidak akan pernah bisa dijalankan. Karena itu, Kiai Afif menegaskan bahwa sejatinya NU merupakan benteng keutuhan NKRI.

 

 

KH. Afifuddin MuhajirNahdlatul UlamaNKRINU
Comments (0)
Add Comment