Mukasyafah Gus Dur sebelum Tsunami Aceh

Suatu kisah, H. Sulaiman tengah berada di dalam masjid Agung Demak, dan secara tiba-tiba mendapatkan telpon dari Gus Dur. Gus Dur meminta H. Sulaiman untuk membuka Al-Quran dengan tanpa menyebutkan surah apa dan ayat berapa. H. Sulaiman kemudian membuka Al-Quran dan mendapatkan surah Nuh yang mengandung kisah banjir besar yang menghabiskan umat Nabi Nuh yang ingkar padanya.

Sulaiman kemudian bertanya kepada Gus Dur tentang makna itu. Gus Dur menjawab, “Akan ada bencana besar yang akan menimpa Indonesia dalam waktu dekat ini.” H. Sulaiman hanya terdiam karena Gus Dur tidak menyebutkan secara detail di mana dan kapan peristiwa itu akan terjadi.

Seminggu setelah itu, tepat pada tanggal 26 Desember 2004 bencana besar benar-benar terjadi. Tsunami dahsyat menghancurkan pulau Aceh. Ratusan ribu orang meninggal dunia, sementara ratusan ribu lainnya yang selamat kehilangan keluarga dan harta benda. Bangsa Indonesia diliputi duka yang sangat mendalam.

Setelah kejadian itu, H. Sulaiman kembali mendiskusikannya dengan Gus Dur. Gus Dur mengatakan bahwa ini peringatan besar bagi bangsa Indonesia.

Apabila kita renungkan, perkataan Gus Dur memang benar. Di Aceh, bertahun-tahun terjadi konflik antar saudara. Ada sekelompok orang yang membuat gerakan separatis, ingin memisahkan diri dari NKRI hingga menyebabkan ribuan korban berjatuhan.

Upaya perdamaian pun telah berkali-kali ditempuh, namun kesepakatan belum juga tercapai. Dan setelah peristiwa tsunami, perdamaian dapat terwujud hingga saat ini. Semoga perdamaian bangsa Indonesia tetap terjalin selamanya.

Dalam sebuah peristiwa selalu ada hikmah. Kini Aceh sudah damai dan pembangunan terlihat di beberapa kota. Masyarakatnya pun ramah, damai, dan toleran.

 

Editor: Akhmad Khan

Comments (0)
Add Comment