Kiprah Ulama Indonesia Dibutuhkan di Timur Tengah

ISLAMRAMAH.CO, Situasi dan kondisi sosial politik yang terjadi di sebagian besar negara-negara Timur Tengah masih tak menentu. Berbagai konflik horizontal dan kepentingan belum menemukan solusi yang konkrit untuk merajut perdamaian. Ulama-ulama moderat Indonesia ditunggu kiprahnya untuk mewujudkan perdamaian dan keamanan, khususnya di Timur Tengah.

Menurut Katib ‘Aam PBNU KH Yahya Cholil Tsaquf atau Gus Yahya, konflik di Timur Tengah membutuhkan peran dan kontribusi ulama-ulama moderat Indonesia. Gus Yahya mengemukakan tentang kiprah ulama-ulama NU dalam pembentukan negara Indonesia yang tidak bisa dipandang sebelah mata, bahkan menurutnya keberadaan dan peran NU sangat penting bagi perdamaian dan kemerdekaan bangsa-bangsa lain. “Situasi global yang tidak menentu sekarang menunggu kiprah NU, terutama terhadap yang terjadi di Timur Tengah,” kata Gus Yahya.  

Kiai yang telah melalang buana ke banyak negara untuk mengupayakan perdamaian global tersebut menuturkan bahwa peperangan sektarian yang terjadi di Timur Tengah sebagai akibat dari kurangnya pemahaman kontekstual dengan keadaan sekarang, sehingga menimbulkan ajaran yang tidak maslahat bagi keberlangsungan hidup masyarakat. 

Gus Yahya memberi contoh bagaimana memahami kasus perbudakan dan ketertindasan perempuan yang lazim ditemui dalam kitab-kitab fiqih klasik yang disebutnya belum ingin beranjak untuk membangun perdamaian dunia.  “Mereka paham teks namun tidak paham konteks,” jelas Gus Yahya dalam Halaqah Kebangsaan bertajuk Peran Historis NU dalam Mengawal dan Menjaga Kedaulatan Negara Indonesia. Halaqah bertempat di Aula Pesantren Masyariqul Anwar Babakan Ciwaringin, Cirebon, Jawa Barat pada Ahad (26/1).  

Lebih jauh Gus Yahya menawarkan fiqih peradaban (fiqh al-hadlarah) untuk umat Islam saat ini, di mana nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan menjadi muatan utama. Dengan spirit keadilan dan kemasalahatan, segala konflik horizontal diharapkan bisa diselesaikan dengan tangan dingin dan mengedepankan perdamaian, bukan konfliktual.

Comments
Loading...