Waspada, Media Sosial Senjata Kelompok Radikal

Di media sosial khususnya Twitter, kita sering menemui kata atau kalimat yang menyerukan penegakan paham khilafah. Bahkan, kalimat tersebut kerap mewarnai tren populer di halaman Twitter. Saat ini, kaum radikal memanfaatkan ruang-ruang siber demi meneror musuh-musuh untuk menyebarkan ideologinya. Kemudian, beredarnya informasi hoaks di sejumlah media, menjadi faktor pendukung untuk menggemukkan dan memperluas aksi-aksi teror yang dilakukan kelompok radikal. Oleh karena itu, kita semua harus mewaspadai penyebaran paham radikal di media sosial yang dilakukan kelompok radikal. ... READ MORE.......

Berantas Tuntas Radikalisme

Nampaknya sulit sekali membasmi paham radikalisme di negeri ini. Setiap pemerintah berhasil membubarkan dan melarang keberadaan organisasi yang berpaham radikal, pasti ada saja individu atau kelompok baru yang memiliki ideologi berbahaya tersebut. Ada pula mereka yang sudah pernah ditindak dan mendapat sanksi hukum, tetapi tak mempunyai rasa jera. Mereka tetap saja berfikir, bahwa paham radikal yang mereka punya adalah ajaran yang paling baik. Maka itu, radikalisme ini harus diberantas tuntas tanpa pandang bulu, sampai ke akar-akarnya. ... READ MORE.......

Dekonstruksi Sesat Pikir Gerakan Daulah Islamiyyah

Kontroversi relasi antara agama dan negara merupakan problem klasik yang hingga saat ini belum selesai. Padahal, para pendiri bangsa sudah sepakat menjadikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasar pada falsafah Pancasila dan konstitusi UUD 1945 sebagai hal yang final serta tidak bisa diubah. Meskipun, masih banyak pihak yang berusaha membuka kembali kotak pandora dan mengangkat kembali isu seputar daulah islamiyyah dengan berbagai macam argumentasi yang dipakai. ... READ MORE.......

Tantangan Umat Islam Atas Fenomena Kecerdasan Buatan

Dalam lima tahun terakhir, kecerdasan buatan (artificial intelligence) semakin intensif di pelbagai bidang, baik itu industri manufakturing, korporasi bisnis produk dan pelayanan jasa, serta seluruh tatanan kehidupan manusia. Memang manusia adalah makhluk sempurna. Melalui kemampuan akal, manusia dapat menciptakan apapun yang menjadi kebutuhannya. Namun, segala keputusan manusia bergantung pada kecerdasan yang dibuatnya. Dunia global ditantang oleh mesin teknologi yang kian membuat nyaman. Sementara sebagian umat Islam, masih disibukkan dengan persoalan yang kurang produktif dan substantif. ... READ MORE.......

Rasulullah SAW Nabi Cinta

Kesalahpahaman tentang Islam menjadi tantangan besar bagi umat Muslim untuk meluruskannya. Pasalnya, nada kebencian tidak terhenti pada ajarannya saja, akan tetapi berlanjut dialamatkan kepada Rasulullah SAW selaku figur yang inheren dengan Islam. Oleh sejumlah orientalis, seperti John of Damascus (750 M), Rasulullah SAW digambarkan sebagai Nabi gadungan, anti-Kristen yang keranjingan perang. Begitu banyak tuduhan lain terhadap Nabi SAW yang amat tendensius dan bias dari fakta sejarah yang selaras dengan kaidah akademik. ... READ MORE.......

Menghidupkan Keberagamaan yang Humanis

Banyak orang yang mengatasnamakan agama, tetapi tidak dengan realisasi nilai-nilainya, menyebabkan cahaya agama kian redup. Agama yang semestinya mampu mengarahkan manusia yang humanis, tetapi hawa nafsu keagamaan menggeser akal budi manusia untuk menghakimi keyakinan yang tak serasi dengannya. Oleh karena itu, penting menghidupkan keberagamaan yang humanis sebagai jalan untuk mengembalikan fitrah agama pelindung dan rahmat Tuhan bagi penghuni semesta alam. ... READ MORE.......

Benarkah Umat Islam Dipojokkan?

Wacana wakaf nasional yang dicanangkan pemerintah, tidak luput dari kontroversi dan penolakan dari sebagian umat Islam. Pemerintah dituding hanya ingin mengambil keuntungan dari potensi wakaf umat Islam, tetapi memusuhi segala dimensi umat Islam yang lain. Pasalnya, pembubabaran ormas Islam, penahanan pemimpin kelompok Islam, serta beberapa tindakan penegakan hukum terhadap gerakan, organisasi, dan aksi Islam lainnya, mendominasi media nasional dalam beberapa bulan terakhir. Rangkaian peristiwa itu dianggap sebagai bukti pemerintahan yang represif terhadap umat Islam. Sehingga, isu bahwa pemerintah memojokkan umat Islam kian menguat di tengah wacana wakaf nasional kali ini. ... READ MORE.......

Memanfaatkan Pluralitas sebagai Energi Sosial

Hampir semua wilayah di muka bumi ini menyandang identitas plural. Hal tersebut tidak hanya dapat dijelaskan oleh aspek historis-sosiologis kehidupan manusia. Namun, yang lebih asasi adalah keterangan doktrinal keagamaan Islam. Di mana teks agama itu memperlihatkan realitas mutlak akan keragaman umat manusia. Setidaknya termuat pada ayat-ayat berikut: (5: 48, 16: 93, 13: 31). ... READ MORE.......

Sayyidah Fatimah az-Zahra, Perempuan Agung

Kelahiran Sayyidah Fatimah az-Zahra dari rahim suci Siti Khadijah—istri Nabi yang paling dicintai—Allah SWT menegaskan kedudukan seorang wanita yang teramat tinggi dalam Islam. Mengingat, sosio-kehidupan era jahiliyah Arab pra-Islam sudah tertancap budaya patriarki. Di mana masyarakat lebih memberikan nilai kepada laki-laki. Dewa mereka yang tertinggi, patung yang tegak berdiri di Ka’bah, bernama Hubal berjenis kelamin laki-laki. Adapun dewa-dewa yang disembah lainnya—al-Lat, al-Uzza, dan Manat—semua berjenis kelamin perempuan. ... READ MORE.......

Warisan Kebaikan KH Jalaluddin Rakhmat

Meskipun KH Jalaluddin Rakhmat telah berpulang, tetapi karya-karyanya masih terus hidup sampai sekarang. Sejumlah pandangan yang dituturkannya tak lain ditujukan demi perkembangan ilmu pengetahuan di masa mendatang. Bahkan, menyelamatkan umat dari kejumudan yang tidak berkesudahan. Pemikirannya sebagai jalan keluar dari masalah kemanusiaan Tanah Air merupakan salah satu dari sekian banyak kebaikan yang diwarisinya. ... READ MORE.......