Politik dan Radikalisme Online

Media sosial merupakan ruang ekspresi aktivitas politik modern. Suatu ruang terbuka bagi siapapun untuk mengekspresikan kebebasan berpendapat yang salah satunya pandangan politik. Media sosial juga dapat menjadi arena publik dan akses pencarian informasi terkait politik dan agama. Tapi mengapa banyak orang mencari informasi politik dan agama, hanya sesuai dengan pandangannya saja, tanpa memverifikasi atau mencari pandangan lain agar lebih seimbang sekaligus menemukan sebuah kebenaran. Semua kemajuan teknologi digital yang kita semua genggam ini seharusnya menjadikan banyak hal menjadi lebih baik. Tapi yang terjadi justru sebaliknya, menjadi lebih buruk. ... READ MORE.......

Gangguan Mental Bukan Lemah Iman

Umat Islam pada umunya sering mengaitkan masalah kesehatan mental dengan fenomena non-medis, seperti lemahnya iman, penyakit ‘Ain, kerasukan Jin, sihir, dan ilmu hitam. Tidak jarang pula, Muslim memberikan stigma terhadap keluhan mental seseorang, di antaranya “anxiety itu akibat dari lemahnya iman”, “stress berarti kurang shalat”, atau “orang beriman tidak mungkin depresi”. Keyakinan tentang gangguan kesehatan mental disebabkan oleh setan atau jin pun masih berkembang secara luas di kalangan Muslim negeri ini. ... READ MORE.......

Tak Ada Kontradiksi antara Al-Quran dan Pancasila

Pertanyaan tes wawasan kebangsaan (TWK) KPK mengenai pilih Al-Quran atau Pancasila masih menjadi polemik yang mengemuka. Banyak kalangan yang masih mempersoalkan hal tersebut dalam proses peralihan pegawai KPK menjadi ASN. Tak ayal hal itu menjadi kontroversi yang tak berkesudahan di publik. Namun demikian, satu hal yang perlu dipahami bersama adalah, bahwa antara al-Quran dan Pancasila tak ada kontradiksi sedikit pun di dalamnya. Justru sebaliknua, keduanya saling bersesuaian dan berdampingan. ... READ MORE.......

Moderasi Beragama Bagi Generasi Milenial

Generasi milenial merupakan tulang punggung bangsa yang memiliki kepercayaan tinggi dalam menghadapi tantangan. Mereka memandang dan meyakini agama sebagai sesewatu yang sangat penting bagi kehidupan mereka. Sayangnya, meski memandang agama sebagaai suatu hal yang amat penting, namun yang terjadi mereka lebih menonjolkan identitas keagamaan mereka ke publik sebatas simbol matrial belaka, tanpa dibarengi dengan perilaku layaknya orang beragama. ... READ MORE.......

Berislam Dengan Budaya Sendiri

Di Negeri ini, mayoritas penduduknya adalah agama Islam. Namun, sayangnya banyak Muslim di negeri ini yang membawa budaya keislaman asing masuk dan berkembang, contohnya seperti budaya Arab. Tentunya, kita sebagai Muslim Nusantara yang menyayangi budaya lokal, tidak mau kehilangan ciri khas Nusantara yang sesungguhnya. Untuk itu, kita harus menjaga identitas keislaman tersebut dengan budaya sendiri agar budaya Nusantara terjaga dan tumbuh subur, hingga lestari. ... READ MORE.......

Madinah yang Dicintai Nabi SAW

Setelah Nabi Muhammad SAW hijrah dari Mekkah ke Madinah Islam mencapai puncak kejayaannya. Dari sini peradaban Islam terbangun memberi pesona yang tak terkalahkan sebagai kota istimewa yang kemudian membawa manfaat bagi seluruh umat manusia. Demikian Madinah yang dicintai Nabi SAW, kota yang menyambutnya sehangat mentari pagi di kala tempat lain menusuknya dengan duri. ... READ MORE.......

Humanisme dalam Tawaf

Tidak tepat jika ritual dalam ibadah haji hanya dianggap tentang persoalan vertikal-ketuhanan saja. Setiap elemen yang ditetapkan menjadi rangkaian haji pasti membawa serta pesan kemanusiaan. Allah tidak mendikotomikan spirit ketuhanan dan dimensi kemanusiaan. Maka dari itu, dimensi vertikal dan horizontal adalah sama pentingnya. Berputar tujuh kali mengitari Ka’bah ialah ibarat proses transformasi seorang manusia menuju totalitas umat manusia yang hidup bersama dengan selalu mendekat pada Allah. Melalui praktik tawaf kita diseru untuk bergerak, membaur, dan bahu-membahu menata pergaulan yang baik di antara manusia. ... READ MORE.......

Dar al-Arqam, Pesantren Pertama di Zaman Nabi SAW

Dalam menyampaikan dakwahnya, Nabi SAW tidak hanya menggunakan manhaj atau metode personal dari mulut ke mulut atau diskusi (al-mujadalah), melainkan melangsungkan dakwah Islam melalui Pendidikan. Bahkan, metode dakwah ini telah dilakukan ketika Nabi SAW masih berada di Makkah (masa pra-hijrah). Dar al-Arqam adalah lembaga pendidikan atau pesantren pertama di masa Nabi. Ia merupakan bukti, bahwa Nabi SAW berdakwah melalui Pendidikan. ... READ MORE.......

Nasionalisme Sepakbola Bung Karno

Pertandingan antara timnas sepakbola Indonesia melawan Vietnam dini hari tadi, menyisakan perih. Bagaimana tidak? Timnas kita dilucuti Vietnam dengan skor telak, 4-0. Padahal, jika melihat dari kebesaran bangsa kita, yang notabene negara terbesar di kawasan, tentu kekalahan tidak dapat diterima. Namun, apalah daya, memang begini nyatanya. ... READ MORE.......

Islam Berkemajuan ala Bung Karno

Dakwah-dakwah Islam saat ini selalu menjadikan syurga dan neraka sebagai alat untuk mendiskriminasi dan menghakimi seseorang. Keadan ini menjadikan Islam terkesan sangat menakutkan dan sangat sempit. Selain itu, kita juga masih disibukkan dengan perdebatan kolot tentang khilafah, dalil tahlil, dalil ziarah kubur, dalil nasionalisme, bid’ah dan sebagainya. Meski eranya telah modern, abad 21, hal-hal semacam ini masih menjadi gayeman hampir setiap waktu. Yang pada akhirnya, sesama Muslim saling mengafirkan. Perkara-perkara di atas itulah yang kemudian menjadi penghambat bagi kemajuan Islam dan bangsa yang menjadi tempat berlangsungnya perjalanan Islam. Oleh karenanya, Islam berkemajuan ala Bung Karno harus terus dibumikan. ... READ MORE.......